Sewa rumah tahunan yang dibayar di muka masih menjadi kebiasaan umum. Artinya, uang dalam jumlah besar keluar sekaligus, sebelum Anda sempat merasakan tinggal di rumah itu.

Kalau ternyata airnya keruh, atapnya bocor, atau orang yang menerima uang bukan pemilik sebenarnya, Anda baru tahu setelah uang berpindah tangan. Memperbaikinya jauh lebih sulit daripada mencegahnya.

Panduan ini untuk penyewa, baik keluarga yang baru pindah kota maupun yang ingin pindah ke rumah yang lebih luas. Isinya pemeriksaan dan kesepakatan yang sebaiknya beres sebelum Anda membayar.

Pastikan yang menyewakan memang berhak

Penipuan sewa rumah biasanya sederhana. Seseorang mengiklankan rumah yang bukan miliknya, menerima uang sewa, lalu menghilang.

Cara mencegahnya:

  • Cocokkan nama pemilik. Minta lihat sertifikat atau lembar tagihan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), lalu cocokkan namanya dengan KTP orang yang menyewakan.
  • Minta surat kuasa jika yang mengurus adalah kerabat, penjaga rumah, atau agen. Hubungi juga pemiliknya langsung sebelum membayar.
  • Tanyakan ke tetangga atau ketua RT siapa pemilik rumah itu dan siapa penghuni sebelumnya.
  • Bayar hanya ke rekening pemilik, atau ke rekening yang ditunjuk pemilik secara tertulis. Hindari membayar tunai tanpa kuitansi bertanda tangan.

Waspadai harga yang jauh di bawah rumah sejenis, desakan untuk segera mentransfer tanda jadi, dan alasan bahwa rumah belum bisa dilihat.

Periksa kondisi rumah sebelum membayar

Datang langsung dan luangkan waktu. Foto di iklan tidak memperlihatkan air yang keruh atau atap yang bocor.

  • Air. Buka semua keran dan perhatikan warna, bau, dan tekanannya. Tanyakan sumbernya, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) atau sumur bor, dan coba nyalakan pompanya. Di lahan rawa dan gambut, air tanah sering berwarna kecokelatan dan bisa mengandung banyak zat besi.
  • Listrik. Lihat daya yang tertera di meteran, misalnya 900, 1.300, atau 2.200 VA, lalu bandingkan dengan peralatan yang akan Anda pakai. Tanyakan apakah meterannya prabayar atau pascabayar, dan apakah ada tunggakan.
  • Atap dan plafon. Cari noda air, jamur, dan plafon yang melendut.
  • Saluran air. Tuang air ke lantai kamar mandi dan lihat apakah cepat surut. Cara memeriksa lebih lengkap ada di panduan memeriksa saluran air dan drainase.
  • Pintu, jendela, dan kunci. Pastikan semuanya bisa dibuka, ditutup, dan dikunci dengan baik.
  • Rayap dan kayu. Pada rumah kayu atau rumah dengan kusen kayu, cari jalur tanah di dinding, kayu yang berbunyi kopong saat diketuk, dan papan lantai yang terasa lunak.

Tanyakan juga riwayat banjir. Di Banjarmasin yang dipengaruhi pasang surut, genangan bisa datang ketika hujan deras bertemu air pasang. Bekas garis air di dinding atau pagar adalah petunjuk yang jujur.

Jika Anda bekerja dari rumah, coba juga sinyal telepon dan internet di ruangan tempat Anda akan bekerja.

Lingkungan sekitar sama pentingnya dengan rumahnya, mulai dari akses jalan, keamanan, sampai kebisingan. Daftar periksanya ada di panduan mengecek lingkungan sekitar rumah.

Sepakati siapa menanggung apa

Banyak perselisihan sewa bermula dari biaya kecil yang tidak dibicarakan di awal. Bahas satu per satu, lalu tuliskan hasilnya.

  • PBB ditagihkan setiap tahun kepada pemilik, sehingga umumnya pemilik yang membayar.
  • Listrik, air, iuran sampah, dan iuran keamanan biasanya dibayar penyewa selama menempati rumah.
  • Perbaikan besar, seperti atap bocor parah, kerusakan struktur, atau pompa yang rusak karena usia, sebaiknya disepakati sebagai tanggungan pemilik.
  • Perbaikan kecil, seperti lampu, keran, atau engsel, bisa menjadi tanggungan penyewa.
  • Penyedotan septic tank dan pembersihan talang juga perlu jelas, karena sering terlupakan.

Minta juga bukti bahwa tagihan sebelum Anda masuk sudah lunas, misalnya rekening listrik pascabayar dan air bulan terakhir. Tunggakan penghuni lama bukan tanggungan Anda, tetapi tetap merepotkan jika sambungannya sampai diputus.

Hal yang perlu tertulis di perjanjian

Perjanjian sewa melindungi Anda sama besarnya dengan melindungi pemilik. Isi lengkapnya dibahas di panduan hal penting dalam surat perjanjian sewa. Dari sisi penyewa, pastikan hal berikut tercantum:

  • Tanggal mulai dan berakhir sewa, serta jumlah uang sewa untuk periode itu.
  • Daftar barang yang ikut disewakan, seperti AC, pemanas air, atau lemari.
  • Aturan renovasi, misalnya memasang teralis atau mengecat ulang, dan apakah harus dikembalikan seperti semula.
  • Jumlah penghuni, dan apakah boleh memelihara hewan.
  • Rekening tujuan pembayaran atas nama pemilik.
  • Pemberitahuan sebelum pemilik masuk ke rumah, kecuali dalam keadaan darurat.
  • Nasib sewa jika rumah dijual selama masa sewa.
  • Cara perpanjangan dan batas waktu pemberitahuannya.

Buat dua rangkap yang ditandatangani kedua pihak, dan masing-masing menyimpan satu.

Deposit, foto kondisi, dan lapor ke RT

Sebagian pemilik meminta uang jaminan atau deposit. Besarnya hasil kesepakatan. Yang penting tertulis jelas: untuk apa deposit itu, potongan apa yang boleh diambil, dan kapan dikembalikan setelah Anda keluar.

Pada hari pertama, dokumentasikan kondisi rumah. Ambil foto dan video setiap ruangan, termasuk dinding yang retak, noda di plafon, dan perabot yang rusak. Catat juga angka di meteran listrik dan air.

Kirim foto dan video itu kepada pemilik lewat pesan, supaya tanggalnya tercatat di kedua pihak. Saat keluar nanti, bukti ini mencegah Anda diminta mengganti kerusakan yang sudah ada sejak awal.

Setelah pindah, laporkan diri ke ketua RT dengan membawa fotokopi KTP dan Kartu Keluarga. Kebiasaan ini membantu keamanan lingkungan dan memudahkan surat-menyurat yang mungkin Anda perlukan nanti.

Saat masa sewa selesai, periksa rumah bersama pemilik dengan membandingkannya dengan foto hari pertama. Catat angka meteran terakhir, serahkan semua kunci, dan minta tanda terima. Sepakati sejak awal bahwa aus karena pemakaian wajar, seperti cat yang kusam, tidak dipotong dari deposit.

Perpanjangan, kenaikan sewa, dan keluar lebih awal

Tanyakan sejak awal bagaimana perpanjangan berjalan. Apakah Anda mendapat kesempatan pertama untuk memperpanjang? Berapa lama sebelum masa sewa habis Anda harus memberi kabar?

Kenaikan sewa sebaiknya dibicarakan jauh sebelum masa sewa berakhir, bukan sepekan sebelumnya. Kalau bisa, tuliskan cara menentukan kenaikannya di perjanjian, supaya Anda punya waktu mencari pilihan lain jika angkanya tidak cocok.

Jika Anda berencana tinggal lama, tanyakan apakah pemilik bersedia membuat sewa lebih dari satu tahun dengan harga yang dikunci. Kepastian seperti ini bisa lebih berharga daripada potongan harga yang kecil.

Keluar sebelum masa sewa habis adalah risiko terbesar sewa tahunan. Tanpa klausul yang mengaturnya, uang sewa yang sudah dibayar di muka sulit diminta kembali. Sepakati sejak awal, misalnya, bahwa sisa sewa dikembalikan jika Anda menemukan penyewa pengganti yang disetujui pemilik.

Langkah berikutnya

Sebelum mentransfer uang sewa, pastikan daftar ini sudah beres:

  1. Nama pemilik sudah dicocokkan dengan sertifikat atau tagihan PBB.
  2. Rumah sudah diperiksa langsung, termasuk air, listrik, atap, dan riwayat banjir.
  3. Pembagian biaya dan perbaikan sudah tertulis.
  4. Perjanjian sudah ditandatangani, dan rekening tujuan atas nama pemilik.
  5. Foto dan video kondisi awal siap diambil pada hari pertama.

Kalau Anda sedang mencari rumah atau ruko, daftar properti Vorneo ada di halaman properti.