Banjarmasin berdiri di atas lahan yang tidak pernah bisa berdamai dengan air, justru karena air adalah bagian dari identitasnya. Kota ini tumbuh di antara sungai, rawa, dan lahan gambut yang membentang luas, dan selama berabad-abad, warganya belajar membangun hunian bukan dengan melawan kondisi alam itu, melainkan dengan menyesuaikan diri terhadapnya. Memahami karakteristik hunian di lahan rawa bukan sekadar pengetahuan arsitektur, tetapi juga bekal penting sebelum Anda memutuskan membeli atau membangun properti di Kalimantan Selatan.

Lahan Basah sebagai Konteks Pembangunan

Sekitar sepertiga wilayah Kalimantan Selatan terdiri dari lahan basah, mulai dari rawa air tawar, gambut, hingga kawasan mangrove di pesisir. Kondisi ini bukan sekadar ciri geografis, tetapi membentuk cara pandang masyarakat lokal dalam membangun hunian sejak lama.

Lahan gambut memiliki karakteristik unik. Tanah ini ringan, berpori, dan memiliki kemampuan menyerap air yang tinggi sehingga berfungsi sebagai spons alami. Namun ketika lahan gambut dikonversi untuk permukiman tanpa pengelolaan drainase yang baik, kemampuan itu hilang dan risiko banjir justru meningkat di area sekitarnya. Ini adalah salah satu pelajaran terberat yang dipetik dari banjir besar Januari 2021, yang menenggelamkan puluhan ribu rumah dan berdampak pada ratusan ribu warga Kalsel. Peristiwa itu bukan semata soal curah hujan ekstrem, melainkan juga cerminan dari berkurangnya tutupan lahan alami dan pengelolaan kawasan yang belum optimal.

Rumah Panggung, Respons Vernakular Terhadap Air

Jauh sebelum ada regulasi bangunan modern, masyarakat Banjar telah menemukan solusi paling logis untuk hidup di atas lahan basah yaitu rumah panggung. Tipe paling ikonik adalah Rumah Bubungan Tinggi, dengan lantai yang ditinggikan sekitar dua meter dari permukaan tanah menggunakan tiang-tiang utama. Ketinggian ini bukan sekadar estetika, melainkan solusi struktural agar bangunan terbebas dari genangan pasang surut yang terjadi setiap harinya.

Yang membuat sistem ini lebih menarik adalah caranya mengatasi pergerakan tanah lunak. Sambungan antar-elemen bangunan menggunakan pasak kayu, bukan paku besi, sehingga struktur bisa sedikit bergerak mengikuti dinamika tanah tanpa retak. Rumah Bubungan Tinggi adalah contoh nyata bahwa kearifan lokal sering kali menemukan jawaban terhadap tantangan lingkungan jauh lebih awal dari teknologi modern.

Di luar kawasan rawa, ada pula Rumah Balai yang merupakan tipe hunian khas komunitas Dayak di kawasan Pegunungan Meratus. Arsitektur ini berbeda dalam detail tetapi serupa dalam prinsip yaitu menyesuaikan bentuk hunian dengan karakter alam setempat.

Material Bangunan yang Berkawan dengan Air

Pemilihan material adalah hal yang tidak bisa dikompromikan di lahan basah. Kayu ulin, yang juga dikenal sebagai kayu besi atau dalam nama ilmiahnya Eusideroxylon zwageri, menjadi andalan selama berabad-abad. Keunikannya terletak pada sifat paradoksalnya yaitu semakin lama terendam air, kayu ini justru semakin keras dan padat. Material ini juga sangat tahan terhadap lumpur rawa dan serangan rayap, dua musuh utama bangunan di kawasan tropis basah.

Untuk pondasi, masyarakat Banjarmasin secara luas menggunakan kayu galam sebagai cerucuk atau tiang pancang yang ditancapkan ke dalam lapisan gambut atau tanah lunak. Seperti ulin, kayu galam memiliki sifat menguat ketika selalu terendam air, menjadikannya pilihan yang sangat tepat untuk fungsi struktural di bawah permukaan tanah basah.

Saat ini, pilihan material telah berkembang. Beton bertulang dengan perhitungan beban khusus, fondasi tiang bor, serta material komposit tahan air mulai banyak digunakan. Namun prinsip dasarnya tetap sama yaitu material harus dipilih dengan mempertimbangkan interaksinya dengan air dan kondisi tanah setempat.

Teknik Konstruksi di Atas Tanah Lunak

Membangun di atas lahan rawa memerlukan pendekatan teknis yang berbeda dari tanah keras biasa. Salah satu teknik yang paling banyak diterapkan di Banjarmasin adalah pondasi cerucuk, di mana tiang-tiang kayu galam dipancang ke dalam lapisan tanah lunak hingga mencapai kedalaman yang memadai untuk menopang beban bangunan.

Di atas cerucuk, diletakkan balok lantai dan tiang vertikal yang dikuatkan dengan elemen-elemen pengikat struktural. Sistem ini mendistribusikan beban bangunan secara merata ke permukaan tanah lunak, bukan memusatkannya di satu titik yang berisiko amblas. Sistem drainase di sekeliling bangunan juga berperan krusial, karena pengelolaan air yang buruk bisa memicu penurunan tanah gambut secara bertahap, atau yang dikenal sebagai settlement.

Bagi Anda yang berencana membangun di kawasan rawa, konsultasi dengan tenaga ahli konstruksi yang berpengalaman di Kalimantan Selatan sangat dianjurkan. Kondisi tanah bisa berbeda signifikan antar-lokasi meski jaraknya hanya beberapa ratus meter.

Pertimbangan Ekologis dalam Memilih Lokasi

Memilih hunian di kawasan lahan basah berarti Anda juga menjadi bagian dari ekosistem yang lebih besar. Kawasan rawa di sekitar Banjarmasin, termasuk di sepanjang daerah aliran Sungai Barito, memiliki fungsi ganda yaitu sebagai penampung air alami, habitat bagi ikan dan satwa liar, penyerap karbon, serta sumber penghidupan bagi masyarakat nelayan dan petani.

Pembangunan yang tidak memperhatikan fungsi ekologis ini bisa menciptakan masalah baru. Menutup alur drainase alami, menimbun rawa tanpa perencanaan yang matang, atau membangun tanpa sistem pengelolaan air yang memadai bisa meningkatkan risiko banjir bukan hanya bagi penghuni bangunan baru itu sendiri, tetapi juga bagi permukiman di sekitarnya.

Sebelum membeli lahan atau properti di kawasan ini, ada baiknya memeriksa riwayat banjir lokasi tersebut, memahami sistem drainase yang tersedia, serta memastikan izin pembangunan sudah mempertimbangkan tata ruang yang berlaku.

Status Kepemilikan dan Aspek Hukum

Aspek legalitas properti di kawasan rawa perlu mendapat perhatian lebih. Status kepemilikan tanah tertinggi di Indonesia adalah Sertifikat Hak Milik, yang bersifat permanen dan tidak dibatasi waktu. Sementara Hak Guna Bangunan bersifat terbatas dan perlu diperpanjang secara berkala. Proses peningkatan dari HGB ke SHM bisa dilakukan di kantor ATR/BPN setempat, dengan biaya administrasi dan pajak yang berlaku.

Dalam transaksi jual beli, penjual umumnya wajib membayar Pajak Penghasilan Final, sedangkan pembeli wajib membayar Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan atau BPHTB. Kedua kewajiban ini biasanya harus dipenuhi sebelum Akta Jual Beli dapat ditandatangani di hadapan PPAT. Untuk rincian perhitungan dan kewajiban pajak yang berlaku saat transaksi Anda, konsultasikan langsung dengan notaris atau PPAT setempat karena aturan dan tarifnya bisa berubah.

Anda juga bisa merujuk informasi resmi dari Kementerian ATR/BPN untuk memahami prosedur sertifikasi dan hak atas tanah secara lebih mendalam.

Perkembangan Properti di Luar Kawasan Rawa

Tidak semua orang ingin atau perlu membangun di atas lahan rawa. Banjarbaru, yang berjarak sekitar satu jam dari pusat Banjarmasin, terus berkembang sebagai alternatif kawasan permukiman yang lebih kering. Keberadaan Bandara Syamsudin Noor dan rencana tata ruang yang mendukung pengembangan kawasan perumahan menjadikan Banjarbaru pilihan menarik, terutama bagi mereka yang mengutamakan aksesibilitas dan infrastruktur modern.

Di sisi pembiayaan, program KPR Subsidi dari pemerintah masih tersedia untuk masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah di wilayah Kalimantan, termasuk Kalsel. Program ini menawarkan kemudahan bunga rendah, uang muka kecil, dan cicilan yang lebih terjangkau. Persyaratan dan batas penghasilan penerima manfaat diatur oleh pemerintah dan bisa berubah setiap tahun, sehingga penting untuk mengecek informasi terbaru langsung ke bank penyalur seperti BTN atau lembaga yang ditunjuk.

Penutup

Hunian di lahan rawa Banjarmasin bukan sekadar soal memiliki tempat tinggal di atas tanah basah. Ini adalah tentang memahami ekosistem, menghormati kearifan lokal, dan membuat keputusan yang mempertimbangkan keberlanjutan jangka panjang. Rumah panggung, cerucuk galam, dan kayu ulin bukan hanya warisan budaya, tetapi juga bukti nyata bahwa arsitektur yang baik lahir dari pemahaman mendalam terhadap tempat ia berdiri.

Jika Anda sedang mempertimbangkan properti di Banjarmasin atau sekitarnya dan ingin berdiskusi lebih jauh, tim Vorneo Property siap membantu melalui WhatsApp tanpa biaya konsultasi.